PGRI Ranting SMAN 16 Garut Raih Juara II Utama dalam Lomba Paduan Suara Antarranting Sekecamatan Cisurupan
oleh Isoh Solihah, M.Pd
Bulan November adalah bulan yang bersejarah, khususnya bagi para guru. Pada bulan tersebut terjadi peristiwa penting yakni dideklarasikannya kongres guru, tepatnya tanggal 25 November 1945 di Surakarta. Semangat proklamasi 17 Agustus 1945 menjiwai penyelenggaraan Kongres Guru Indonesia pada tanggal 24-25 November 1945. Melalui kongres ini, segala organisasi dan kelompok guru yang didasarkan atas perbedaan tamatan; lingkungan pekerjaan; lingkungan daerah, politik, agama, dan suku sepakat dihapuskan. Mereka adalah guru-guru yang aktif mengajar, pensiunan yang aktif berjuang, dan pegawai pendidikan Republik Indonesia yang baru dibentuk. Mereka bersatu untuk Negara Kesatuan Republik Indonesia. Di dalam kongres inilah, pada tanggal 25 November 1945 –seratus hari setelah proklamasi kemerdekaan Republik Indonesia– Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) didirikan.
Dengan semangat, pekik “merdeka” yang bertalu-talu, di tangan bau mesiu pemboman oleh tentara Inggris atas studio RRI Surakarta, mereka serentak bersatu untuk mengisi kemerdekaan. Dengan tiga tujuan, yakni:
- Mempertahankan dan menyempurnakan Republik Indonesia;
- Mempertinggi tingkat pendidikan dan pengajaran sesuai dengan dasar-dasar kerakyatan;
- Membela hak dan nasib buruh umumnya, guru pada khususnya.
Sejak Kongres Guru Indonesia itulah, semua guru Indonesia menyatakan dirinya bersatu di dalam wadah Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI). Jiwa pengabdian, tekad perjuangan dan semangat persatuan dan kesatuan PGRI yang dimiliki secara historis terus dipupuk dalam mempertahankan dan mengisi kemerdekaan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Dalam rona dan dinamika politik yang sangat dinamis, Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) tetap setia dalam pengabdiannya sebagai organisasi perjuangan, organisasi profesi, dan organisasi ketenagakerjaan yang bersifat unitaristik, independen, dan tidak berpolitik praktis.
Untuk itulah, sebagai penghormatan kepada guru, pemerintah Republik Indonesia dengan Keputusan Presiden Nomor 78 Tahun 1994, menetapkan hari lahir PGRI pada tanggal 25 November sebagai Hari Guru Nasional dan diperingati setiap tahun.


Sejak saat itu, setiap bulan November selalu diperingati sebagai Hari Guru Nasional, baik di tingkat kecamatan, kabupaten, atau pun kotamadya. Hal tersebut dilakukan sebagai bentuk penghormatan kepada para guru yang telah banyak berjasa dalam mendidik putera dan putri bangsa. Berbagai berlombaan pun digelar dalam rangka memperingati Hari Guru Nasional ini. Ada pertandingan bola voli, bulu tangkis, lomba membuat video pembelajaran, paduan suara, dan lain-lain. Semua daerah memeriahkan peringatan tersebut setiap tahunnya, termasuk di Kecamatan Cisurupan pun diadakan berbagai lomba.
Berbagai lomba diadakan di PGRI Cisurupan, tak ketinggalan SMA Negeri 16 Garut pun berpartisipasi dalam perlombaan terebut. Para guru SMA Negeri 16 Garut mengikuti lomba paduan suara antarranting sekecamatan Cisurupan yang dilaksanakan pada hari Rabu, 16 November 2022. Lomba paduan suara ini diikuti oleh 8 tim dari berbagai ranting sekolah di Kecamatan Cisurupan. Diantaranya ada ranting PGRI guru TK, SD, dan SMP, dan SMA.
Beberapa tahun yang lalu SMAN 16 Garut tidak ikut serta dalam lomba padua suara, tetapi tahun ini PGRI ranting SMAN 16 Garut yang diketuai oleh Ibu Yuyun Yuningsih, M.Pd membentuk tim paduan suara untuk diikutsertakan dalam lomba tersebut.
Melalui koordinasi di grup WA serta persiapan dan latihan yang cukup singkat, Tim paduan suara SMAN 16 Garut yang beranggotakan 27 orang dengan penuh percaya diri mengikuti lomba tersebut. Ibu Hj Nurfarizah, S.Pd, M.Pd sebagai koordinator dan dirijen tim berusaha keras untuk mengatur dan mengkoordinir anggotanya dalam berlatih. Beliau memberi motivasi dan arahan tentang bagaimana mengatur nada suara satu dan dua yang harus seirama agar menghasilkan suara yang ‘indah’. Tidak hanya itu, ia pun mengatur posisi penempatan tim suara satu dan dua agar senada dan seirama. Tak lupa, Kepala SMAN 16 Garut, Bapak Sopyan Nurjaman, M.Pd memberikan dorongan dan motivasinya.

Pada lomba tersebut, ada dua lagu yang dilombakan, yakni Mars PGRI dan Hymne PGRI. Lagu Mars PGRI diciptakan oleh Basuki Rendroponoto sedangkan Hymne PGRI diciptakan oleh Dani setia. Lagu Mars ini sebagai pendorong kaum guru untuk membangun rakyat dari kegelapan karena guru sebagai penyuluh dan pembimbing bangsa. Kaum guru juga diharapkan mengerti dan mengedepankan akan kewajibannya dalam mendidik dan mengajar putera putri bangsa serta membangun jiwa sebagai kekuatan negara.
Lagu mars dan hymne PGRI ini menjadi penyemangat bagi guru di Indonesia untuk selalu mengingat peran penting mereka membentuk insan cendekia di negeri ini. Lagu mars dan hymne PGRI senantiasa dilantunkan ketika memperingati Hari Guru Nasional. Kedua lagu tersebut menjadi penyemangat bagi para guru yang tergabung dalam Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI).
Pada acara tersebut, tim paduan suara SMAN 16 Garut mendapat urutan tampil kedua dari delapan tim yang mengikuti lomba. Meskipun sudah beberapa tahun tidak mengikuti perlombaan, tetapi tim paduan suara SMAN 16 Garut memberikan penampilan terbaiknya. Alhamdulillah berkat kerjasama dan kekompakan tim, paduan suara SMAN 16 Garut meraih juara utama II. Satu prestasi yang cukup membanggakan.


Akhir kata kami ucapan terima kasih kepada Bapak Kepala SMAN 16 Garut, Bapak Sopyan Nurjaman, M.Pd yang telah memberikan dorongan dan motivasi kepada kami tim paduan suara,. Semoga Alloh SWT membalas segala amal kebaikan beliau. Selain itu semoga dengan diraihnya prestasi ini, makna dari lagu mars PGRI dan Hymne PGRI dapat terus diaktualisasikan dalam pembelajaran di sekolah serta dapat mewujudkan guru-guru yang selalu dirindukan oleh para siswanya. Insyalloh SMAN 16 Garut selalu BERKIBAR Jaya, Jaya, Jaya.
Cisurupan, 17 November 2022
Komentari Tulisan Ini
Tulisan Lainnya
Talkshow dan Showcase, Diseminasi Pembelajaran Mendalam di SMAN 16 Garut
SMAN 16 merupakan salah satu sekolah penggerak di kabupaten Garut yang terus berupaya meningkatkan kualitas pembelajaran di sekolah sebagai sarana pendidikan untuk mencetak genera
Mengubah Fokus Pembelajaran: Dari Mengejar Target ke Menikmati Proses (Refleksi Pendekatan Baru untuk Guru yang Ingin Mengajar dengan Hati)
Oleh Elis Nurhayati, S.Pd. M.Pd Guru Biologi SMAN 16 Garut Dalam beberapa tahun terakhir, dunia pendidikan Indonesia mengalami perubahan yang cukup signifikan. Dari kurikulum sebelumn
Mengubah Fokus Pembelajaran: Dari Mengejar Target ke Menikmati Proses (Refleksi Pendekatan Baru untuk Guru yang Ingin Mengajar dengan Hati)
Oleh Elis Nurhayati, s.Pd. M.Pd Guru Biologi SMAN 16 Garut Dalam beberapa tahun terakhir, dunia pendidikan Indonesia mengalami perubahan yang cukup signifikan. Dari kurikulum sebelumn
Mengubah Fokus Pembelajaran: Dari Mengejar Target ke Menikmati Proses (Refleksi Pendekatan Baru untuk Guru yang Ingin Mengajar dengan Hati)
Oleh Elis Nurhayati, s.Pd. M.Pd Guru SMAN 16 Garut Dalam beberapa tahun terakhir, dunia pendidikan Indonesia mengalami perubahan yang cukup signifikan. Dari kurikulum sebelumnya hingg
BELAJAR MENGENAL DIRI LEWAT BIOLOGI ” DARI ORGAN KE KESADARAN DIRI”
Oleh Elis Nurhayati S.Pd. M.Pd Saat ini, untuk menumbuhkan kesadaran siswa dalam belajar memang tidak mudah. Hadirnya guru di kelas, belum bisa menjamin secara utuh hadirnya siswa, unt
BELAJAR MENGENAL DIRI LEWAT BIOLOGI ” DARI ORGAN KE KESADARAN DIRI”
Oleh Elis Nurhayati S.Pd. M.Pd Saat ini, untuk menumbuhkan kesadaran siswa dalam belajar memang tidak mudah. Hadirnya guru di kelas, belum bisa menjamin secara utuh hadirnya siswa, unt
BELAJAR MENGENAL DIRI LEWAT BIOLOGI ” DARI ORGAN KE KESADARAN DIRI”
Oleh Elis Nurhayati S.Pd. M.Pd Saat ini, untuk menumbuhkan kesadaran siswa dalam belajar memang tidak mudah. Hadirnya guru di kelas, belum bisa menjamin secara utuh hadirnya siswa, unt
Pelantikan Pengurus PGRI Ranting SMAN 16 Garut Masa Bakti 2025-2030, Segenggam Harapan Tuk Kemajuan PGRI di Masa Depan
Dalam sebuah kepengurusan organisasi pasti ada yang namanya regenerasi. Organisasi apa pun itu, baik yang bersifat eksternal maupun internal. Kata organisasi biasa diartikan sebagai sek
Review Webinar Stay Classy In 5.0 Era
Oleh : Elis Nurhayati S.Pd. M.Pd Dari judulnya saja sudah bikin audiens penasaran. Apa isi materi Webinar ini ? Webinar Stay Classy In 5.0 Era mengajarkan bagaimana sesungguhnya menjad
Deep Learning Pada Pembelajaran Ekosistem
Oleh Elis Nurhayati, S.Pd.M.Pd Editor Isoh solihah, M.Pd Pada tingkat SMA, Ekosistem dipelajari oleh para siswa di kelas X semester 2. Dimana sebelumnya di semester 1, para siswa su