• SMAN 16 GARUT
  • Terbentuknya Pelajar yang Berkarakter, Berinovasi & Berani Unggul (BERKIBAR)

Kuramasan dan Doa Bersama Menjelang Bulan Suci Ramadhan 1447 H dan PSAJ Kelas XII di SMAN 16 Garut

Oleh Isoh Solihah, M.Pd

Tak Terasa satu tahun sudah berlalu, begitu betahnya kita menikmati hidup di dunia ini. Tinggal menghitung hari, Bulan Ramadhan penuh berkah kan hadir di sini. Bulan yang dimuliakan oleh Alloh SWT. Maka berlomba-lombalah umat muslim menyambut  bulan penuh berkah ini. Tak terkecuali institusi Pendidikan, SMAN 16 Garut yang mayoritas warganya muslim, menyambut bulan ini dengan kegiatan tablig akbar yang dikemas dalam acara Memperingati Isro Mi’raj Nabi Muhammad SAW, ,  Kuramasan dan Doa Bersama Menjelang Romadhon dan  Ujian Kelas XII. Walaupun bulan Rojab telah berlalu, namun kita harus ingat bahwa peristiwa Isro Mi’rajnya Nabi Muhammad SAW adalah peristiwa yang Maha Agung sebagai bukti kekuasaan Alloh dalam memperjalankan hambaNya dari Masjidil Harom ke Masjidil Aqso dan dari Masjidil Aqso ke sidrotul Muntaha di  langit ke tujuh untuk menerima perintah Alloh yaitu kewajiban menjalankan sholat lima waktu sehari semalam.

 

Kegiatan Kuramasan ini diselenggarakan pada hari Jumat, 13 Februari atau bertepatan dengan 25 Sya’ban 1447 H di lapangan SMAN 16 Garut dengan menghadirkan Al-Ust Uus Suhendrik Lc, M.Pd  kepala Aliah Situwangi Islamic Boarding Scooll sebagai penceramah. Sebelum acara tablig akbar dimulai diawali dengan penampilan Marawis dari anak-anak IRMA asuhan  Ibu Reni, S.Pd. Mereka membawakan lagu-lagu islami yang disambut meriah oleh seluruh siswa. Tepat pukul 08.00 acara pun dibuka yang diawali dengan pembacaan ayat suci alquran dan sambutan-sambutan. Acara dipimpin oleh ananda Salwa Azkia yang telah terpilih sebagai Ketua OSIS dan Ananda Siska. Selanjutnya sambutan dari ketua pelaksana, pembina IRMA dan komite sekolah dan, dilanjutnya dengan sambutan dari Bapak Kepala SMAN 16 Garut.

Master of ceremony

 

Pembina IRMA

Perwakilan Komite sekolah

Kepala SMAN 16 Garut

Dalam sambutannya, kepala sekolah menyampaikan amanatnya bahwa hikmah dari peristiwa Irso Mi’raj adalah untuk meningkatkan kedisiplinan siswa. Lewat perintah sholat kepada Nabi Muhammad dan ummatnya dalam rangka meningkatkan ketaatan kita kepada Alloh SWT serta meningkatkan kedisiplinan. Tentunya kedisilpinan dalam berbagai hal seperti kedisiplinan terhadap waktu, kedisiplinan berpakaian dan lain-lain. Bapak Kepala sekolah mengingtakan kepada seluruh siswa agar disiplin dalam berpakain sesuai dengan aturan yang telah disepakati dengan pihak orang tua.

Bulan Romadhon adalah bulan pendidikan atau tarbiyah maka di bulan Romadhon Syetan diikat karena banyak amal-amal yang dilipatgandakan pahalanya. “Bila di bulan Ramadhan kita masih lalai,  kita masih bermalas-malasan untuk beribahada, maka seperti itulah kualitas kita sesungguhnya. Kalau di bulan-bulan sebelumnya kita masih beralasan tergoda oleh syetan, maka di bulan Ramadhan ini  kualitas kita tercermin dari perilaku sehari-hari. Mudah-mudahan di bulan Romadhon kualitas keimanan kita meningkat, lebih displin dan lebih berintegritas. Sehingga ketika bulan Romadhon telah berlalu, kedisiplinan kita tetap terjaga”. Demikian amanat Bapak kepala sekolah kepada seluruh siswa.

 

para siswa dengan khusyu menyimak taushiyah

Selain itu beliau pun mengingatkan kepada siswa kelas XII agar menyelesaikan Ujian Praktiknya dan tugas-tugas yang lainnya.  Jangan sampai ada siswa yang tidak tuntas sehingga tidak layak untuk lulus.

Usai sambutan Bapak kepala sekolah, tiba saatnya acara inti yaitu taushiyah dari Ust Uus Suhendrik, Lc. M.Pd. Diawali dengan pembacaan ayat suci Alqur’an surat Albaqoroh ayat 183 tentang kewajiban shaum. Selanjutnya doa terindah untuk para guru yang telah mendidik anak-anak dengan ikhlas karena Alloh. Taushiyah diawali dengan pertanyaan   Bagaimana upaya kita dalam menghadapi bulan Suci Ramadhan? Apakah dalam menghadapi Ramdhon bungah atau seunggah?. Bila kita dalam menghadapi bulan suci Ramadhan hanya memikirkan masalah duniawi maka akan terasa berat. Namun sebaliknya bila dihadapi dengan hati yang ikhlas dan penuh pengharapan akan pahala yang didapat maka akan terasa ringan sehingga hati pun akan bergembira dalam menyambutnya

Ust Uus Suhendrik, Lc. M.Pd

Romadhon itu diibaratkan seperti sekolah, di mana kaum muslim sedunia dididik untuk melaksanakan kewajiban ibadah di bulan Ramadhan  untuk menjadi insan yang bertaqwa. Seperti halnya sekolah yang berkualitas harus memiliki empat standar. Diantaranya standar mutu lulusan yang didukung oleh standar proses yang bagus. Standar proses yang bagus didukung oleh standar guru yang bagus dan standar guru yang bagus didukung oleh standar manajemen yang bagus pula. Maka saling akan berkaitan  antara  kualitas proses pembelajaran, kualitas guru yang kompeten, dan kualitas manajemen pembelajaran sehingga menghasilkan lulusan yang berkualitas pula.

Begitu pun dengan sekolah Ramadhan harus menghasilkan lulusan yang berkualitas yaitu insan yang takut kepada Alloh.  Semua kaum muslim  akan masuk ke madrasah Ramadhan sebagai bulan tarbawi di mana saat bulan Ramadhan banyak pahala yang dijanjikan oleh Alloh SWT.

Tujuan dari kewajiban menjalankan ibadah shaum  bulan Ramadhan yaitu untuk membentuk insan yang bertaqwa  yang harus kita raih sebagaimana tercantum dalam surat albaqoroh ayat 183. Maka untuk mengukur orang yang bertaqwa ada indikator yang harus dicapai   Sebagaimana tercantum dalam surat  Ali imron ayat  133 – 134

 

Artinya “ Dan bersegeralah kamu mencari ampunan dari Tuhanmu dan mendapatkan surga yang luasnya seluas langit dan bumi yang disediakan bagi orang-orang yang bertaqwa (133) Yaitu orang-orang yang suka berinfaq baik dalam keadaan lapang maupun sempit , dan orang-orang yang menahan amarah dan memaafkan kesalahan orang lain dan Alloh mencintai orang-orang yang berbuat muhsin.

Dari tarjamah ayat di atas dapat disimpulkan bahwa indikator untuk mancapai derajat taqwa setelah melewati sekolah Ramadhan adalah sebagai berikut.

Indkator yang pertama adalah menmpunyai sifat senang berbagi atau berehan kepada sesama. Tidak mempunyai sifat pelit dan iri dengki kepada orang lain. Indikator yang kedua adalah memiliki manajemen emosi yang bagus atau tidak mudah marah kepada orang lain atau pandai mengontrol emosinya. Yang ketiga adalah suka memaafkan kesalahan orang lain atau lapang dada dan yang keempat adalah selalu berbuat muhsin. Orang yang muhsin adalah peka terhadap kondisi lingkungan sekitar dan keberadaannya selalu bermanfaat bagi orang baik dalam lingkungan keluarga, sekolah, maupun masyarakat.

Untuk mencapai derajat taqwa dengan keempat indikator tersebut tentunya tidak mudah perlu proses dan pembelajaran serta kesadaran pada diri sendiri. Mudah-mudahan siswa-siswi SMAN 16 Garut dapat mengaplikasikan makna ayat tersebut sehingga terwujud karakter siswa yang diharapkan sebagaimana karakter Panca Waluya Cageur Bageur Bener, Pinter tur Singer sesuai tuntunan ajaran Islam. Walloohu a’lam.

Demikian taushiyah yang disampaikan oleh penceramah Ust Uus Suhendrik Lc. M. Pd

Usai acara taushiyah diakhiri dengan doa yang dipimpin oleh Bapak H. Dede Kurnia S.Ag. M.Pd. Doa ini terkhusus disampaikan untuk para siswa kelas XII yang akan mengikuti Penilaian Semester Akhir Jenjang di awal bulan Maret. Acara dilanjutkan dengan foto bersama dan musopahah dengan para siswa untuk membersihkan hati dengan saling memaafkan.

Musofahah

Sebagai bentuk evaluasi dari kegiatan ini,  ketua pelaksana Ananda Ahmad Robiul Ula menyampaikan tanggapannya.

“peringatan Isra Mi’raj ini hendaknya tidak hanya kita jadikan sebagai acara seremonial semata, tetapi juga sebagai momentum untuk meningkatkan keimanan dan ketakwaan kita kepada Allah SWT, khususnya dalam menjaga dan melaksanakan salat lima waktu sebagai perintah utama yang diterima Nabi Muhammad SAW dalam peristiwa Isra Mi’raj. dan melalui kegiatan kuramasan ini, semoga kita semua dapat membersihkan diri, baik lahir maupun batin, serta menyiapkan hati untuk menghadapi bulan Suci ramadhan sehingga menjadi pribadi yang lebih baik di masa yang akan datang usai melewati pendidkan di bulan Ramadhan .

Terima kasih semoga tulisan ini dapat bermanfaat Wallou A’lam bisshowaab.

 

Tim Website sekolah dan Kesiswaan

Komentari Tulisan Ini
Tulisan Lainnya
Talkshow dan Showcase, Diseminasi Pembelajaran Mendalam di SMAN 16 Garut

SMAN 16  merupakan salah satu sekolah penggerak di kabupaten Garut yang terus berupaya meningkatkan kualitas pembelajaran di sekolah sebagai sarana pendidikan untuk mencetak genera

10/12/2025 17:56 - Oleh Isoh Solihah, M.Pd. - Dilihat 284 kali
Mengubah Fokus Pembelajaran: Dari Mengejar Target ke Menikmati Proses (Refleksi Pendekatan Baru untuk Guru yang Ingin Mengajar dengan Hati)

Oleh Elis Nurhayati, S.Pd. M.Pd Guru Biologi SMAN 16 Garut Dalam beberapa tahun terakhir, dunia pendidikan Indonesia mengalami perubahan yang cukup signifikan. Dari kurikulum sebelumn

13/11/2025 08:11 - Oleh Isoh Solihah, M.Pd. - Dilihat 315 kali
Mengubah Fokus Pembelajaran: Dari Mengejar Target ke Menikmati Proses (Refleksi Pendekatan Baru untuk Guru yang Ingin Mengajar dengan Hati)

Oleh Elis Nurhayati, s.Pd. M.Pd Guru Biologi SMAN 16 Garut Dalam beberapa tahun terakhir, dunia pendidikan Indonesia mengalami perubahan yang cukup signifikan. Dari kurikulum sebelumn

13/11/2025 08:07 - Oleh Isoh Solihah, M.Pd. - Dilihat 262 kali
Mengubah Fokus Pembelajaran: Dari Mengejar Target ke Menikmati Proses (Refleksi Pendekatan Baru untuk Guru yang Ingin Mengajar dengan Hati)

Oleh Elis Nurhayati, s.Pd. M.Pd Guru SMAN 16 Garut Dalam beberapa tahun terakhir, dunia pendidikan Indonesia mengalami perubahan yang cukup signifikan. Dari kurikulum sebelumnya hingg

13/11/2025 08:05 - Oleh Isoh Solihah, M.Pd. - Dilihat 272 kali
BELAJAR MENGENAL DIRI LEWAT BIOLOGI ” DARI ORGAN KE KESADARAN DIRI”

Oleh Elis Nurhayati S.Pd. M.Pd Saat ini, untuk menumbuhkan kesadaran siswa dalam belajar memang tidak mudah. Hadirnya guru di kelas, belum bisa menjamin secara utuh hadirnya siswa, unt

19/10/2025 19:57 - Oleh Isoh Solihah, M.Pd. - Dilihat 338 kali
BELAJAR MENGENAL DIRI LEWAT BIOLOGI ” DARI ORGAN KE KESADARAN DIRI”

Oleh Elis Nurhayati S.Pd. M.Pd Saat ini, untuk menumbuhkan kesadaran siswa dalam belajar memang tidak mudah. Hadirnya guru di kelas, belum bisa menjamin secara utuh hadirnya siswa, unt

19/10/2025 19:53 - Oleh Isoh Solihah, M.Pd. - Dilihat 284 kali
BELAJAR MENGENAL DIRI LEWAT BIOLOGI ” DARI ORGAN KE KESADARAN DIRI”

Oleh Elis Nurhayati S.Pd. M.Pd Saat ini, untuk menumbuhkan kesadaran siswa dalam belajar memang tidak mudah. Hadirnya guru di kelas, belum bisa menjamin secara utuh hadirnya siswa, unt

19/10/2025 19:15 - Oleh Isoh Solihah, M.Pd. - Dilihat 199 kali
Pelantikan Pengurus PGRI Ranting SMAN 16 Garut Masa Bakti 2025-2030, Segenggam Harapan Tuk Kemajuan PGRI di Masa Depan

Dalam sebuah kepengurusan organisasi pasti ada yang namanya regenerasi. Organisasi apa pun itu, baik yang bersifat eksternal maupun internal. Kata organisasi biasa diartikan sebagai sek

03/10/2025 20:50 - Oleh Isoh Solihah, M.Pd. - Dilihat 579 kali
Festival Cerita Rakyat, Refleksi Kecintaan Siswa pada Budaya

Oleh Isoh Solihah, S.Pd. M.Pd Indonesia Kaya Akan Budaya, Yang Muda Yang Berkarya, Budaya Sunda Penuh Warna. Demikianlah kata-kata indah yang bisa diungkapkan untuk merefleksikan kecin

19/09/2025 04:14 - Oleh Isoh Solihah, M.Pd. - Dilihat 516 kali
Review Webinar Stay Classy In 5.0 Era

Oleh : Elis Nurhayati S.Pd. M.Pd Dari judulnya saja sudah bikin audiens penasaran. Apa isi materi Webinar ini ? Webinar Stay Classy In 5.0 Era mengajarkan bagaimana sesungguhnya menjad

05/07/2025 06:49 - Oleh Isoh Solihah, M.Pd. - Dilihat 578 kali