• SMAN 16 GARUT
  • Terbentuknya Pelajar yang Berkarakter, Berinovasi & Berani Unggul (BERKIBAR)

Tahun Baru, Semangat Baru, Inovasi Baru

  Oleh  Sipa Setiapani, S.S

Libur semester gasal telah usai. Pada hari Senin, 9 Januari 2023 merupakan hari pertama siswa dan siswi SMA Negeri 16 Garut masuk sekolah sekaligus menandakan dimulainya semester genap untuk tahun pelajaran 2022/2023.

Di hari pertama masuk sekolah, seperti biasa warga sekolah melaksanakan kegiatan rutin, yakni upacara bendera. Petugas upacara adalah para pengurus OSIS dan yang bertindak sebagai pembina upacara adalah Bapak H. Ahmad Jauhari, S.Pd. Dalam amanatnya beliau menyampaikan bahwa di tahun baru ini dan semester baru, anak-anak harus punya semangat baru untuk meningkatkan motivasi belajar. Pencapaian nilai pelajaran yang telah lalu harus dijadikan cambuk atau pelajaran untuk lebih baik lagi di semester genap. Terutama bagi siswa kelas XII, waktu efektif belajar kurang lebih hanya 2 bulan lagi. Direncanakan pada Februari akhir  akan ada penugasan dan minggu ke-2 bulan Maret drencanakan Ujian Sekolah. Oleh karena itu  siswa harus benar-benar memanfaatkan waktu sebaik mungkin  dan belajar dengan sungguh-sungguh. Adapun untuk program P5 kelas X, pada semester genap ini, akan mengambil tema “Suara Demokrasi”. Jadi diharapkan kepada seluruh siswa agar terus meningkatkan motivasi belajarnya lebih giat lagi sehingga  mendapatkan prestasi yang lebih baik.

               Para siswa dan guru mengikuti upacara dengan khidmat

Usai pelaksankaan  upacara, para siswa diminta tetap berkumpul di lapangan untuk pembagian hadiah dalam lomba Sixteen Match atau Pertandingan Olahraga Antarkelas (PORAK)   dan solo vokal yang telah dilaksanakan sebelum libur sekolah. Acara dipandu oleh Ibu Hj. Nurfarizah,S.Pd., M.Pd. dan Bapak Supriyanto Wibowo, S.Pd., Gr. Anak-anak pun begitu antusias menerima hadiah perlombaan. Acara berlangsung sampai dengan pukul 10.00 WIB.

Setelah selesai  pembagian hadiah, para siswa diarahkan untuk bersih-bersih ruang kelas masing-masing untuk persiapan lomba kebesihan. Sementara para guru melaksanakan rapat awal semester genap dan Diseminasi Budaya Positif dari Calon Guru Penggerak (CGP) angkatan 7 di ruang guru.

Acara rapat kali ini dipandu oleh Bapak Drs. Asep Dadan, M.Pd. Rapat dimulai dengan Pengarahan Kegiatan Pembelajaran. dari Kepala Sekolah, Bapak Sopyan Nurjaman, M.Pd. Beliau memberikan pengarahan  tentang Implementasi Kurikulum Merdeka (IKM), salah satunya adalah mengubah paradigma pembelajaran di kelas. Fokus pembelajaran di kelas adalah student center bukan teacher center. Selanjutnya dalam kegiatan pembelajaran kita bisa mendatangkan tenaga ahli seperti dari Kejari (Kejaksaan republik Indonesia). Adapun untuk kegiatan praktik, dengan selesainya pembangunan ruang kelas baru diharapkan ruang laboratorium yang sebelumnya dipakai sebagai ruang kelas, dikembalikan fungsinya sebagai sarana praktikum.

Setelah selesai pengarahan, dilanjutkan dengan agenda kegiatan akademik semester genap yang disampaikan oleh wakasek kurikulum, Bapak H. Ahmad Jauhari, S.Pd. Beliau menyampaikan persiapan P5 untuk tahap selanjutnya dengan mengambil tema “Suara Demokrasi”. Hal itu dikarenakan tahun ini adalah tahun demokrasi dan akan diadakan pemilihan ketua OSIS. Oleh karena itu melalui pemilihan tema ini diharapkan  dapat menambah wawasan dan pengetahuan siswa tentang bagaimana berdemokrasi yang baik sesuai dengan aturan yang berlaku di masyarakat. Para siswa akan belajar menyampaikan aspirasi dan pilihannya melalui kegiatan PEMILOS. Selanjutnya Bapak Wakasek Kurikulum membacakan SK Penugasannya yang telah ditandatangani oleh Kepala Sekolah.

Bapak Saepulloh, S.Pd., M.Si menambahkan bahwa untuk agenda komunitas belajar akan melibatkan guru-guru penggerak yang ada di SMA Negeri 16 Garut. Dengan adanya komunitas belajar ini  harapannya dapat  meningkatkan kompetensi dan memecahkan permasalahan yang ada  dalam proses pembelajaran. Selain itu, dengan adanya komunitas belajar diharapkan akan meningkatkan nilai rapor literasi dan numerasi siswa.

Setelah pengarahan kegiatan pembelajaran, para guru diberi waktu untuk beristirahat dan salat dzuhur. Setelah itu dilanjutkan dengan kegiatan Diseminasi Budaya Positif dari Calon Guru Penggerak angkatan 7, yakni Bapak Asep Irawan, S.ST, Bapak Gugie Akbar N H, S.Pd., M.Pd, Bapak Irwan Saepuloh, S.Pd, dan Ibu Yustina Jaziroh, S.Pd.

Acara diawali dengan pemaparan Kesepakatan atau Keyakinan Kelas oleh Bapak Irwan Saepuloh, S.Pd. Beliau memulai pemaparan materi dengan jargon ‘salam bahagia’. “Jika saya ucapkan ‘salam bahagia’ silahkan bapak ibu jawab dengan ‘salam bahagia’ juga.” tuturnya. Beliau menjelaskan bahwa salam dan bahagia adalah moto yang disampaikan di Taman Siswa. Dengan moto tersebut diharapkan siswa bisa mendapatkan kebahagiaan, bahagia lahir dan batin serta bahagia dalam segala urusan. Beliau memaparkan bahwa keyakinan atau kesepakatan kelas adalah nilai-nilai kebajikan universal yang disepakati secara tersirat dan tersurat. Kesepakatan kelas ini selayaknya merupakan inisiatif siswa bukan dari guru.

Dewan guru menyimak materi dengan serius

Acara dilajutkan dengan pemaparan Paradigma Belajar dan Disiplin Positif oleh Bapak Gugie Akbar N H, S.Pd., M.Pd. Beliau memulai pemaparan dengan meminta para guru melakukan permainan dengan beranggotakan dua orang. Salah satu guru menuliskan benda atau sesuatu yang sangat berharga pada secarik kertas kemudian genggam. Kemudian rekan yang satunya mencoba dengan berbagai cara (bisa membujuk, menghardik, mengancam, merayu, menyuap, dll) untuk meminta rekannya membuka genggaman tangannya.

Setelah permainan tersebut, dilakukan tanya jawab dengan peserta tentang nilai filosopinya. Selain itu beliau juga menyampaikan contoh hukuman pada siswa yang ditanggapi oleh beberapa orang guru, diantaranya Ibu Ima Suryani, S.Pd, Ibu Isoh Solihah, M.Pd, dan Bapak Drs. Kadar Solihat. Komunikasi pun terjadi secara dua arah.

Setelah bapak Gugie Akbar N H, S.Pd., M.Pd memaparkan materinya, dilanjutkan  oleh Bapak Asep Irawan, S.ST dengan materi Motivasi Prilaku dan Kebutuhan Dasar. Beliau memulai dengan bermain game, para guru diminta untuk meremas secarik kertas atau tisu, kemudian kenakan pada rekan lainnya. Para guru ada yang memberikannya langsung ada juga yang melemparnya. Setelah game selesai, Bapak Asep Irawan, S.ST menjelaskan hal tersebut atau game tersebut berkaitan dengan motivasi prilaku. Segala sesuatu berawal dari apa motivasinya. Beliau menjelaskan ada 3 motivasi prilaku menurut Diane Gossen, yakni menghindari ketidaknyamanan atau hukuman, mendapat imbalan atau penghargaan dari orang lain, serta menjadi orang yang mereka inginkan dan menghargai diri sendiri dengan nilai-nilai yang mereka percaya.

Selain Motivasi Prilaku, Bapak Asep Irawan, S.ST juga menjelaskan tentang Kebutuhan Dasar. Beliau menjelaskan bahwa untuk membangun budaya sekolah yang positif dengan lingkungan yang aman dan mendukung murid untuk menjadi pribadi yang berdaya, seimbang, dan bahagia. Salah satu upaya yang bisa dilakukan oleh pendidik adalah memahami kebutuhan dasar yang mendasari perilaku murid. Ada lima kebutuhan dasar manusia, yakni kebutuhan bertahan hidup, kebutuhan merasa diterima atau love and belonging, kebutuhan kebebasan atau freedom¸ kebutuhan kesenangan, dan kebutuhan penguasaan atau power. Dengan begitu, beliau menegaskan bahwa sangatlah penting bagi kita sebagai pendidik mengetahui kebutuhan dasar murid-murid SMA Negeri 16 Garut agar kita dapat memahami alasan dibalik sikap dan tingkah laku mereka.

Pemateri yang terakhir, yakni Ibu Yustina Jaziroh, S.Pd. Beliau menjelaskan tentang Posisi Kontrol dan Segitiga Restitusi. Beliau menjelaskan bahwa ada 5 posisi kontrol guru, yakni penghukum, pembuat merasa bersalah, teman, pemantau, dan manajer. Beliau juga memaparkan segitiga restitusi  menurut Diane Gossen, yakni menstabilkan identitas, validasi tindakan yang salah, dan menanyakan keyakinan. Selama proses pembelajaran, para guru dapat menilai diri sendiri tentang posisi kontrolnya.

Sebelum acara ditutup, Ibu Elis Nurhayati S.Pd. M.Pd. menyampaikan tanggapannya berupa pengalaman pembelajaran yang telah dilakukan pada siswa tentang posisi kontrol guru. Pertanyan tersebut ditanggapi balik oleh pemateri.

Tak terasa waktu sudah mendekati pukul 15.00 lewat, maka acara pun ditutup kembali oleh MC dengan harapan Budaya Positif ini dapat terus dilaksanakan di sekolah sehingga dapat membentuk pelajar yang BERKIBAR sesuai dengan Visi dan Misi SMAN 16 Garut.

Demikian informasi kegiatan awal Semester Genap Tahun Pelajaran 2022/2023 di SMA Negeri 16 Garut. Semoga kegiatan ini memberikan manfaat dan menambah ikatan tali silaturahmi diantara para dewan guru sehingga nuansa kekeluargaan tetap terjaga dengan baik. SALAM BAHAGIA.

Editor: Isoh Solihah, M.Pd

Komentari Tulisan Ini
Tulisan Lainnya
Resume Materi Bimtek Guru Belajar dan Berbagi Seri Pemimpin Merdeka Belajar

Oleh Isoh Solihah, M.Pd                                         Seri Pemimpin M

01/01/2023 20:57 - Oleh Isoh Solihah, M.Pd. - Dilihat 199 kali
Dahsyatnya Rukun Iman dan Rukun Islam dalam Membentuk Karakter Seseorang

Deskripsi Permasalahan yang Terjadi Pembentukan karakter saat ini sedang ramai-ramainya digaungkan oleh pemerintah.  Perkembangan teknologi yang berkembang begitu pesatnya, sangat

05/12/2022 11:00 - Oleh Ipung Saepulrohman, S.Pd. - Dilihat 555 kali
Resume Materi Bimtek Guru Belajar dan Berbagi Seri Remaja Sehat Jiwa Raga

Oleh Isoh Solihah, M.Pd Saat ini Kementerian Pendidikan, Kebudayan, Riset, dan Teknologi tengah membuka kembali beberapa bimtek untuk meningkatkan kualitas para guru dalam pembelajaran

03/12/2022 21:40 - Oleh Isoh Solihah, M.Pd. - Dilihat 576 kali
PGRI Ranting SMAN 16 Garut Raih Juara II Utama dalam Lomba Paduan Suara Antarranting Sekecamatan Cisurupan

oleh Isoh Solihah, M.Pd Bulan November adalah bulan yang bersejarah, khususnya bagi para guru. Pada bulan tersebut terjadi peristiwa penting yakni dideklarasikannya kongres guru, tepat

17/11/2022 21:57 - Oleh Isoh Solihah, M.Pd. - Dilihat 184 kali
SEBUAH REFLEKSI PEMIKIRAN KI HAJAR DEWANTARA TENTANG PENDIDIKAN

Oleh : Yustina Jaziroh, S.Pd *) Ki Hajar Dewantara (KHD) menggambarkan secara detail dan utuh pemikiran KHD tentang pendidikan. Filosofi KHD yang pertama mengartikan pendidikan se

15/11/2022 16:55 - Oleh Ipung Saepulrohman, S.Pd. - Dilihat 213 kali
Sixteen Mapay Jalan Satapak

oleh Sipa Setiapani, S.S. Dalam rangka memperingati acara Sumpah Pemuda ke-94, SMA Negeri 16 Garut mengadakan kegiatan mapay jalan satapak bersama. Kegiatan yang dilaksanakan pada Sela

03/11/2022 09:35 - Oleh Sipa Setiapani, S.S. - Dilihat 97 kali
Kemampuan Pemahaman Konsep Matematik melalui Pembelajaran Kooperatif Think Pair Share (TPS)

Oleh : Ipung Saepulrohman, S.Pd* Salah satu hal yang berperan penting dalam menentukan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) suatu negara adalah pendidikan. Namun, menurut laporan United Na

27/10/2022 12:52 - Oleh Ipung Saepulrohman, S.Pd. - Dilihat 75 kali
Duta Literasi? Membangun Generasi Berwawasan Luas dan Berkebinekaan Global

  Literasi adalah suatu kemampuan seseorang untuk menggunakan potensi dan keterampilan dalam mengolah dan memahami informasi saat melakukan aktivitas membaca, menulis, berbicara,

17/10/2022 10:14 - Oleh Sipa Setiapani, S.S. - Dilihat 128 kali