• SMAN 16 GARUT
  • Terbentuknya Pelajar yang Berkarakter, Berinovasi & Berani Unggul (BERKIBAR)

Resume Materi Bimtek Guru Belajar dan Berbagi Seri Pemimpin Merdeka Belajar

Oleh Isoh Solihah, M.Pd                                        

Seri Pemimpin Merdeka Belajar merupakan judul pelatihan yang terbaru dalam platform SIMPKB, pada fitur guru belajar dan berbagi. Saat penulis mengikuti pelatihan ini  bagian awal pembelajaran, kita langsung disuguhkan kepada dua pokok permasalahan. Pertama berkaitan dengan keresahan-keresahan yang dialami oleh guru dalam meningkatkan kualitas pembelajaran. kedua, berkaitan dengan perubahan apa yang bisa kita lakukan di sekolah. Para pemimpin akan belajar menggunakan  konsep merdeka belajar  dan teori penggerak perubahan pendidikan.

Program menjadi Pemimpin Merdeka Belajar adalah lanjutan dari program guru merdeka belajar. Program ini dilaksanakan sebagai solusi terhadap permasalahan yang dihadapi guru untuk menjadi pemimpin merdeka belajar. yakni miskonsepsi yang menganggap bahwa:

  1. Pemimpin adalah jabatan pengawas/kepala sekolah/wakil kepala sekolah;
  1. Perubahan Pendidikan semata-mata adalah  tanggung jawab dari orang yang memangku jabatan yang disebutkan pada poin sebelumnya;
  2. Pemimpin adalah sosok yang harus selalu berkorban diri, waktu, energi, anggaran untuk perubahan Pendidikan (sindrom pengorbanan);
  3. Perubahan pendidikan ke arah lebih baik dapat berlangsung dengan tempo cepat, hitungan hari, minggu, bulan; dan
  4. Perubahan pendidikan akan selalu ditanggapi, disambut, dan didukung secara positif oleh lingkungan sekolah, termasuk guru, tenaga kependidikan, orang tua murid, dan pengawas sekolah.

Adapun tujuan program Guru Belajar dan Berbagi seri Pemimpin Merdeka Belajar adalah sebagai berikut:

  1. Tujuan Umum
    Mengembangkan kemampuan calon atau pemimpin untuk menjadi penggerak perubahan pendidikan melalui penguasaan merdeka belajar dan teori penggerak perubahan pendidikan.
  2. Tujuan Khusus
    • Mengenal miskonsepsi dan konsep kepemimpinan.
    • Mengenal sejarah dan konsep merdeka belajar.
    • Mengenal konsep pemimpin merdeka belajar.
    • Mengenal sejarah dan konsep merdeka belajar.
    • Mengalami dan merefleksikan tujuan dalam pengalaman memimpin.
    • Mengenal pola, peran dan tantangan perubahan pendidikan.
    • Mengevaluasi Kualitas Penggerak Perubahan Pada Diri.
    • Mengenal kompetensi penggerak perubahan pendidikan.
    • Menilai kompetensi diri sebagai penggerak perubahan pendidikan.
    • Mengembangkan kompetensi diri sebagai penggerak perubahan pendidikan.
    • Memiliki motivasi internal untuk belajar karena diri sendiri.
    • Menjadi individu yang tanggap terhadap lingkungan sosial.
    • Berkomunikasi digital di berbagai media dengan bertanggung jawab dan bijaksana.
    • Berkeinginan untuk melakukan lebih dari persyaratan minimum.
    • Mampu mengekspresikan diri mengungkapkan gagasan dan perasaan dengan bahasa yang jelas dan

Perubahan Kurikulum dan Kondisi Pendidikan saat ini

Menurut sumber yang penulis baca pada link berikut ini https://sekolahmenyenangkan.or.id/ dijelaskan bahwa sistem dan mutu pendidikan di negara kita sampai dengan saat ini masih tertinggal jauh dibanding negara-negara lain yang jelas sudah lebih dulu maju. Negara kita seakan dihantui oleh segudang problematika masalah dalam dunia pendidikan yang tak kunjung menemui kata akhir. Di lain pihak para pelaku pendidikan sendiri tidak segera bergerak untuk berubah membenahi kondisi pendidikan yang sudah terlanjur rusak.

Pendidikan di Indonesia sampai saat ini belum jelas akan ke mana arahnya. Pemerintah masih mengalami kebingungan apa yang akan mereka harapkan dan mereka siapkan untuk menuju masyarakat pembelajar di negeri ini. Pergantian kurikulum maupun pergantian menteri bisa dikatakan progresif, namun juga bukan sebagai suatu jalan pemecahan masalah. Lebih-lebih, reformasi kurikulum pendidikan yang sudah diadakan pembaharuan juga kurang membawa dampak positif terhadap perkembangan mutu di dunia pendidikan, sehingga sampai saat ini pun mutu pendidikan kita masih tergolong rendah.

Perubahan kurikulum merupakan siklus alami yang terjadi di dunia pendidikan. Kurikulum baru hadir untuk memperbarui, mengembangkan sekaligus memperbaiki kurikulum yang sedang berjalan. Perubahan kurikulum pada dasarnya adalah upaya pengembangan pendidikan oleh pemerintah. Karenanya, setiap perubahan kurikulum akan selalu menunjukkan upaya dan usaha perbaikan dalam bidang pendidikan oleh pemerintah. Perubahan kurikulum yang dilaksanakan tentu membawa sejumlah perubahan dalam sistem pendidikan di sekolah, terutama dalam hal kegiatan pembelajaran di sekolah.

Dampak dari perubahan kurikulum yang dirasakan langsung adalah terjadinya perubahan dalam kegiatan pembelajaran. Dimulai dari perubahan sistem mata pelajaran, jam belajar, kompetensi yang harus dimiliki serta proses belajar dan pembelajaran di dalam kelas. Terjadinya perubahan kurikulum yang menyebabkan perubahan pada kegiatan pembelajaran juga menuntut peran serta dan dukungan dari seluruh pelaku pendidikan, baik pemangku kebijakan, sekolah, pendidik, peserta didik, dan orangtua/wali. Oleh karena itu, sosialisasi mengenai perubahan tersebut harus dilaksanakan dengan baik, benar dan tepat, serta berkelanjutan. Agar tujuan dari perubahan bisa segera terwujud.

Menjadi guru yang kreatif dan inovatif serta menyenangkan dalam mengajar adalah tantangan terberat saat ini. Guru harus mampu mereduksi konten-konten kurikulum yang kurang sesuai dengan kebutuhan siswa atau sekolah, untuk selanjutnya dikemas sesuai dengan apa yang dibutuhkan siswa. Guru adalah perancang masa depan siswa, dan sebagai perancang profesional, guru harus berusaha membentuk pribadi siswa ke arah yang lebih baik dan berkualitas, serta siap berperan aktif dalam mengisi kehidupannya di masa depan. Untuk itu, guru perlu memulainya dengan bergerak dari hati, menciptakan perubahan dari hal-hal yang kecil dan konkret, mulai dari masalah-masalah yang dihadapi di lingkungan sekitar siswa, dengan tetap berpikir kritis dan visioner. Sebab guru memiliki peran penting dan sangat sentral dalam setiap implementasi kurikulum, mulai dari jenjang pendidikan dasar sampai pendidikan tinggi.

Dalam kaitannya dengan implementasi kurikulum yang berlaku saat ini, yakni Kurikulum 2013, Kurikulum Darurat, serta kurikulum merdeka, guru bukan saja sebagai ujung tombak pendidikan dan pembelajaran, tetapi merupakan kunci keberhasilan kurikulum secara keseluruhan. Guru harus tetap profesional akan tugasnya walaupun terjadi pergantian kurikulum di Indonesia, dengan pembelajaran yang menyenangkan akan membuat siswa senang terhadap pembelajaran yang diberikan. Bagi guru, implementasi kurikulum baru yang diberlakukan bukan masalah suka atau tidak suka. Tapi bagaimana guru menantang dirinya dan memerankan dirinya dengan tepat agar implementasi kurikulum tersebut sukses dan berhasil menyiapkan lulusan yang produktif, kreatif, inovatif dan berkarakter, sehingga dapat menyongsong Indonesia Emas di Tahun 2045 dengan penuh harapan di mana usia produktif generasi muda bisa mencapai 64% dari total keseluruhan jumlah penduduk. 

Penggerak Perubahan Pendidkan

Penggerak perubahan pendidikan merupakan aktor yang bisa menginisiasi, mencoba, mengembangkan dan mewujudkan perubahan yang khas bagi pendidikan. Berdasarkan sumber berikut ini https://www.kompasiana.com/fatmawatismanis2604/6367ebdb08a8b5708546a1a3/ciri-penggerak-perubahan-pendidikan, penggerak perubahan pendidikan memiliki ciri-ciri sebagai berikut :

    1. Merdeka Belajar

Pemimpin merdeka belajar memiliki pengetahuan tentang manfaat merdeka belajar dan memperagakan merdeka belajar dalam konteks kepemimpinan dan pembelajaran. Merdeka belajar berarti mengatur belajarnya sendiri. Merdeka belajar merupakan ide dan praktik baru yang akan disebarkan sebagai perubahan.

  1. Bekerjasama dalam komunitas.

Peran penggerak perubahan adalah sebagai penghubung antara ide dan praktik merdeka belajar dengan komunitas pendidik. Penggerak perubahan mempunyai kecenderungan berinteraksi dalam komunitas sehingga semakin sering terlibat dalam komunitas maka pemimpin merdeka belajar semakin mungkin  menemukan pengikut pertama.

  1. Inovatif Menggerakkan Perubahan.

Menghubungkan antara ide dan praktik merdeka belajar dengan komunitas pendidik bukanlah hal mudah. Hal ini membutuhkan kemampuan melakukan penyesuaian dan jika perlu melakukan inovasi.Penggerak perubahan siap menginiasi perubahan yang ada di lingkungan internal dan eksternal sekolah serta melakukan perubahan itu secara berkelanjutan. Hal ini memerlukan perubahan pada diri sendiri untuk mengembangkan kemampuannya sehingga selalu menyesuaikan diri ketika berinteraksi dengan komunitas dan berinovasi memunculkan ide dan praktik baru dalam melakukan perubahan .

Setelah melakukan diagnosis,  kita bisa menilai sejauh mana kesiapan kita menjadi pemimpin merdeka belajar. Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan diantaranya adalah sebagao berikut.

  1. Merdeka Belajar diantaranya belajar memahami murid dengan menanyakan hobi, pekerjaan orang tua, apa yang membuat dia senang belajar, harapan kepada guru dan harapan kepada teman sekelas

Selain itu guru dapat melakukan umpan balik kepada rekan sejawat dengan memberikan tiga pertanyaan diantaranya:

  • Apa yang Ibu/Bapak sukai dari saya sebagai guru/pemimpin sekolah?
  • Apa tindakan saya sebagai guru/pemimpin sekolah yang berdampak positif?
  • Apa yang harus saya perbaiki atau kembangkan sebagai guru/pemimpin sekolah? Guru pun harus berpartisipasi aktif dalam komunitas belajar seprofesi. Ikuti program belajar Kampus Guru Cikal yang tersedia di Sekolah.mu yang terkait topic
  1. Guru Merdeka Belajar, meliputi
    • Kesepakatan Kelas Merdeka Belajar
    • RPP Merdeka Belajar
    • Asesmen untuk Merdeka Belajar
    • Bekerjasama dalam Komunitas
  2. Mengikuti kegiatan komunitas. Pelajari dan pilih kegiatan komunitas yang sesuai dengan kebutuhan Anda. Ibu/Bapak disarankan mengikuti kegiatan Komunitas Guru Belajar tapi pada dasarnya Ibu/Bapak bebas memilih kegiatan yang lain. Setelah mengikuti kegiatan, tuliskan pelajaran menarik yang Ibu/Bapak dapatkan dari kegiatan tersebut. Pelajaran bisa didapatkan dari materi atau dari proses kegiatannya. 
  3. Berbagi kesulitan pembelajaran/kepemimpinan.

    5. Pilih 3 teman guru/pemimpin sekolah yang Ibu/Bapak percaya. Ceritakan 1 kesulitan            Ibu/Bapak dalam melakukan pembelajaran/kepemimpinan. Mintalah masukan dari                teman Anda

    6. Berbagi praktik baik pembelajaran/kepemimpinan 

        Ajukan diri kepada komunitas atau organisasi profesi guru untuk menjadi pembicara            yang berbagi praktik baik pembelajaran/kepemimpinan. Cari tahu syarat dan                        mekanismenya. Berusahalah untuk memenuhi syarat dan menjalankan mekanisme              tersebut.

  1. Inovatif Menggerakkan Perubahan dengan melakukan hal-hal berikut ini.a. Membandingkan praktik lama dan baru

Buatlah tulisan singkat atau poster menarik yang membandingkan praktik pembelajaran lama dengan pembelajaran merdeka belajar. Posting di media sosial. Ajak teman Ibu/Bapak untuk memberi komentar dan mendiskusikannya

         b. Mengenali potensi pengikut pertama

Ingat semua pengalaman berinteraksi dengan guru di sekolah Ibu/Bapak atau sekolah yang lain. Menurut Ibu/Bapak, siapa 1 – 3 guru/pemimpin sekolah yang berpotensi menjadi pengikut pertama? Apa perilaku dan kebiasaan mereka yang mendukung pilihan Anda?  

         c. Mengajak teman melakukan perubahan

Cari dan pelajari praktik pembelajaran merdeka belajar (Anda bisa melihat di akun Instagram atau Facebook Kampus Guru Cikal). Susun argumentasi Ibu/Bapak untuk menjawab apa pentingnya merdeka belajar. Setelah itu, ajak satu sampai tiga teman guru/pemimpin sekolah untuk mempraktikkan merdeka belajar. 

Demikian resume materi bimtek guru berbagi seri Pemimpin Merdeka Belajar yang diikuti penulis pada tanggal 6-12 Desember 2022 secara online. Semoga bermanfaat.

 

Komentari Tulisan Ini
Tulisan Lainnya
Tahun Baru, Semangat Baru, Inovasi Baru

  Oleh  Sipa Setiapani, S.S Libur semester gasal telah usai. Pada hari Senin, 9 Januari 2023 merupakan hari pertama siswa dan siswi SMA Negeri 16 Garut masuk sekolah sekaligu

12/01/2023 19:12 - Oleh Sipa Setiapani, S.S. - Dilihat 88 kali
Kemeriahan Sixteen Challenge (Gebyar Multi Event) di SMAN 16 Garut

oleh Isoh Solihah, M.Pd Seperti yang telah disampaikan pada informasi sebelumnya di website sekolah, bahwa SMAN 16 Garut akan mengadakan gebyar lomba multi event yang dikemas dalam keg

23/12/2022 00:27 - Oleh Muhaemin Sidiq, S.Pd., M.Pd. - Dilihat 2661 kali
Dahsyatnya Rukun Iman dan Rukun Islam dalam Membentuk Karakter Seseorang

Deskripsi Permasalahan yang Terjadi Pembentukan karakter saat ini sedang ramai-ramainya digaungkan oleh pemerintah.  Perkembangan teknologi yang berkembang begitu pesatnya, sangat

05/12/2022 11:00 - Oleh Ipung Saepulrohman, S.Pd. - Dilihat 551 kali
Resume Materi Bimtek Guru Belajar dan Berbagi Seri Remaja Sehat Jiwa Raga

Oleh Isoh Solihah, M.Pd Saat ini Kementerian Pendidikan, Kebudayan, Riset, dan Teknologi tengah membuka kembali beberapa bimtek untuk meningkatkan kualitas para guru dalam pembelajaran

03/12/2022 21:40 - Oleh Isoh Solihah, M.Pd. - Dilihat 575 kali
PGRI Ranting SMAN 16 Garut Raih Juara II Utama dalam Lomba Paduan Suara Antarranting Sekecamatan Cisurupan

oleh Isoh Solihah, M.Pd Bulan November adalah bulan yang bersejarah, khususnya bagi para guru. Pada bulan tersebut terjadi peristiwa penting yakni dideklarasikannya kongres guru, tepat

17/11/2022 21:57 - Oleh Isoh Solihah, M.Pd. - Dilihat 184 kali
SEBUAH REFLEKSI PEMIKIRAN KI HAJAR DEWANTARA TENTANG PENDIDIKAN

Oleh : Yustina Jaziroh, S.Pd *) Ki Hajar Dewantara (KHD) menggambarkan secara detail dan utuh pemikiran KHD tentang pendidikan. Filosofi KHD yang pertama mengartikan pendidikan se

15/11/2022 16:55 - Oleh Ipung Saepulrohman, S.Pd. - Dilihat 212 kali
Peringatan Hari Sumpah Pemuda yang ke-94 di SMAN 16 Garut “Bersatu Bangun Bangsa”

Oleh  Isoh Solihah, M.Pd Bagi masyarakat Indonesia, 28 Oktober adalah hari bersejarah. Hari di mana lahirnya Sumpah Pemuda. Dalam sejarah peristiwa sumpah pemuda ini,  bisa d

02/11/2022 15:19 - Oleh Isoh Solihah, M.Pd. - Dilihat 170 kali
Kemampuan Pemahaman Konsep Matematik melalui Pembelajaran Kooperatif Think Pair Share (TPS)

Oleh : Ipung Saepulrohman, S.Pd* Salah satu hal yang berperan penting dalam menentukan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) suatu negara adalah pendidikan. Namun, menurut laporan United Na

27/10/2022 12:52 - Oleh Ipung Saepulrohman, S.Pd. - Dilihat 74 kali
Pembentukan Pelajar yang Berkarakter, Berinovasi dan Berani Unggul (Berkibar) Melalui Kegiatan Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila

Sebagaimana yang kita ketahui bahwa kurikulum pembelajaran yang diterapkan saat ini adalah kurikulum Merdeka. Begitu pun di SMAN 16 Garut, yang telah berstatus sebagai sekolah penggerak

13/10/2022 08:04 - Oleh Isoh Solihah, M.Pd. - Dilihat 229 kali