• SMAN 16 GARUT
  • Terbentuknya Pelajar yang Berkarakter, Berinovasi & Berani Unggul (BERKIBAR)

Berbagi Praktik Baik Guru Penggerak SMA Negeri 16 Garut

oleh Sipa Setiapani, S.S.

editor Isoh Solihah, M.Pd.

Ilmu itu  ada untuk kemudian disempurnakan oleh amalan karena kita belajar bukan hanya sekadar untuk menjadi tahu, tetapi untuk mengamalkan hasil belajar itu di dalam kehidupan. Hal itulah yang dilakukan oleh para guru penggerak di SMA Negeri 16 Garut. Senin, 17 Juli 2023 telah dilaksanakan kegiatan dari komunitas praktisi dengan tema “Berbagi Praktik Baik Guru Penggerak”. Acara dimulai pukul 10.00 WIB s.d. 16.00 WIB setelah dilaksanakannnya rapat pembagian tugas guru Tahun Pelajaran 2023/2024. Acara dibuka oleh koordinator komunitas praktisi, Ibu Yanti Damayanti, S.T. Beliau menyampaikan harapan serta rencana dari keberlanjutan acara pada hari ini. Beliau juga menyampaikan susunan acara yang akan dilaksanakan pada hari ini. Dimulai dari pemaparan terkait persamaan persepsi untuk merumuskan keyakinan kelas, perencanaan pembelajaran, proses pembelajaran, sampai asesmen dalam pembelajaran.

Menurut Ibu Yanti ada tiga bidang  yang akan dibuat grup khusus komunitas praktisi untuk Tahun Ajaran sekarang, di antaranya motivasi belajar, pengembangan diri berupa penulisan PTK,  dan pembuatan bahan ajar.

Materi pertama tentang “Persamaan Persepsi Keyakinan Diri sebagai Guru untuk Merumuskan Keyakinan Kelas” disampaikan oleh Ibu Elis Nurhayati, S.Pd., M.Pd dengan moderator Ibu Isoh Solihah. M.Pd. Beliau menyampaikan bahwa keyakinan adalah nilai-nilai kebajikan yang diakui secara universal. Ada 3 langkah yang harus dilakukan untuk merumuskan keyakinan kelas. Yang pertama adalah memahami pengertian dari keyakinan. Dilansir dari detik.com, iman dalam Islam menurut segi istilah disebut sebagai keyakinan bulat yang dibenarkan oleh hati, diikrarkan oleh lidah, dan dimanifestasikan dengan amalan atau pembenaran dengan penuh keyakinan, tanpa adanya sedikit keraguan mengenai ajaran yang datang dari Allah dan Rasulullah saw.

Langkah yang kedua adalah dengan memahami keyakinan, kita sebagai umat Islam tentu meyakini bahwa kepercayaan kita sebagai umat Islam itu adalah keimanan. Sebagaimana yang kita ketahui bahwa rukun iman itu ada 6, yakni iman kepada Allah, iman kepada para Malaikat, iman kepada kitab-kitab, iman kepada Nabi dan Rasul, iman kepada hari akhir, dan iman kepada qadho dan qodar. Sebagai seorang guru kita dapat menggunakan rukun iman tersebut sebagai acuan untuk merumuskan keyakinan kelas. Langkah yang ketiga adalah memaknai nilai-nilai yang tersirat dari rukun iman karena nilai-nilai kebajikan yang tersirat dalam rukun iman adalah prinsip hidup yang harus dipegang. Dari uraian tentang keyakinan di atas kita jadikan rukun iman menjadi acuan untuk membuat kesepakatan kelas. Kesepakatan kelas tersebut misalnya sebagai berikut.

  1. Melakukan segala sesuatu dengan ikhlas, contohnya sukarela dalam dalam melaksanakan ibadah dan pembiasaan juga sukarela dalam menjaga kebersihan kelas.
  2. Kerja keras untuk menjadi orang yang lebih baik, contohnya semangat dalam melakukan proses pembelajaran dan responsip terhadap tugas yang diberikan guru.
  3. Belajar dengan sungguh-sungguh, contohnya penggunaan HP sesuai dengan ketentuan guru.
  4. Menjadi pemimpin yang dapat diteladani. Sebagai contoh yakni mentaati tata tertib yang berlaku di sekolah, sikap saling menghormati dan menghargai, serta ramah terhadap sesama.
  5. Memiliki cita-cita, contohnya memiliki target akademik yang ditentukan sendiri.
  6. Disiplin, contohnya mengumpulkan tugas sesuai deadline yang ditentukan dan waktu masuk saat pembelajaran dan setelah istirahat toleransi 5 menit.

Demikian paparan materi yang disampaikan oleh Ibu Elis Nurhayati, S.Pd., M.Pd. yang tentunya mendapat apresiasi dan tanggapan yang positif dari peserta. Tanggapan yang pertama disampaikan oleh Bapak Ipung Saepulrohman, S.Pd. Beliau mengharapkan bahwa hasil dari kesepakatan kelas yang telah dibuat nanti bisa menjadi acuan terhadap kesepakatan sekolah atau tata tertib sekolah. Tanggapan yang kedua disampaikan oleh Bapak Drs. Kadar Solihat. yang menyatakan bahwa bagaimana caranya agar para siswa sampai ke kelas XII menyadari akan pentingnya ilmu sehingga mereka pun terus bersemangat untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi. Inilah yang menjadi tugas dan kewajiban kita dengan terus memberikan motivasi dan dorongan kepada para siswa.

Pemateri yang kedua adalah Bapak Irwan Saepuloh, S.Pd. dengan moderator Bapak Ikhsan Taufik Maulana, S.Pd. Beliau menyampaikan materi tentang “Perencanaan Pembelajaran”. Dalam proses perancangan kegiatan pembelajaran, ada 4 langkah yang harus dilakukan. Yang pertama adalah dengan memahami Capaian Pembelajaran (CP), merumuskan tujuan pembelajaran, menyusun alur tujuan pembelajaran dari tujuan pembelajaran, dan merancang pembelajaran. Bapak Irwan menjelaskan bahwa untuk merumuskan tujuan pembelajaran ada dua komponen yang harus ada, yakni kompetensi dan lingkup materi. Kompetensi yaitu kemampuan atau keterampilan yang perlu ditunjukkan atau didemonstrasikan oleh peserta didik. Sedangkan, lingkup materi yaitu konten dan konsep utama yang perlu dipahami pada akhir satu unit pembelajaran.

Bapak Irwan juga menjelaskan bahwa dalam menentukan tujuan pembelajaran ada tiga alternatif yang dapat dilakukan. Yang pertama adalah dengan merancangnya sendiri berdasarkan capaian pembelajaran. Yang kedua adalah dengan mengembangkan dan memodifikasi contoh yang disediakan. Dan yang ketiga adalah dengan menggunakan contoh yang disediakan pemerintah. Beliau juga menjelaskan bahwa setiap pendidik perlu memiliki rencana pembelajaran dalam membantu mengarahkan proses pembelajaran untuk mencapai capaian pembelajaran. Rencana pembelajaran ini dapat berupa rencana pelaksanaan pembelajaran atau yang dikenal sebagai RPP atau dalam bentuk modul ajar. Apabila pendidik menggunakan modul ajar, maka ia tidak perlu membuat RPP karena komponen-komponen dalam modul ajar meliputi komponen-komponen dalam RPP atau lebih lengkap daripada RPP.

Pemateri yang ketiga adalah Ibu Irma Yusmita, S.Pd., M.Pd. menyampaikan materi tentang “Proses Pembelajaran Berdiferensiasi” dengan moderator Ibu Euis Kartini, S.Pd. Dalam pemaparannya, beliau menyampaikan bahwa pembelajaran berdiferensiasi itu menghargai perbedaan individu dan menumbuhkan potensi unik peserta didik. Pembelajaran berdiferensiasi adalah suatu pendekatan pembelajaran yang dirancang untuk memenuhi kebutuhan belajar yang beragam dari setiap peserta didik dalam kelas. Tujuan utamanya adalah untuk menyediakan pengalaman belajar yang relevan, menantang, dan sesuai dengan tingkat pemahaman serta gaya belajar individu.

Menurut Ibu Irma, peserta didik itu datang ke sekolah dengan beragam perbedaan. Jadi, tidak adil jika guru menyampaikan materi pelajaran dan melakukan asesmen dengan satu cara yang sama untuk semua peserta didik. Ada berbagai perbedaan pada peserta didik dari mulai kesiapan belajar, cara/gaya belajar, kecepatan belajar, serta minat dan bakat. Beliau menganalogikan dalam ukuran baju, misalnya, kita sebagai guru berhadapan dengan tiga peserta didik yang memiliki ukuran baju yang berbeda, yakni kecil, sedang, dan besar. Jika kita memberikan baju yang sama kepada ketiga peserta didik tersebut, kemungkinan besar baju itu tidak akan pas untuk salah satu atau bahkan semua peserta didik. Begitu pula dalam pembelajaran, jika guru menggunakan satu pendekatan yang sama untuk semua peserta didik, beberapa peserta didik mungkin tidak dapat mengikuti dengan baik atau merasa kurang tertantang.

Ibu Irma menjelaskan ada 3 aspek dalam pembelajaran berdiferensiasi, yakni konten, proses, dan produk/asesmen. Konten berhubungan dengan apa yang akan murid-murid ketahui, pahami, dan yang akan dipelajari. Proses adalah kegiatan-kegiatan bermakna yang akan dilakukan oleh peserta didik di kelas. Sedangkan produk/asesmen adalah pembuatan produk yang dilakukan di bagian akhir yang dapat mengukur ketercapaian tujuan pembelajaran. Berikut ini penjelasan yang dipaparkan oleh Ibu Irma tentang langkah-langkah dalam pembelajaran berdiferensiasi.

Pemateri yang terakhir adalah Bapak Ipung Saepulrohman, S.Pd. dengan moderator Bapak Rainal Aulia Rais, S.Pd. Bapak Ipung menyampaikan tentang “Asesmen”.  Beliau menjelaskan bahwa asesmen merupakan kegiatan terpadu dengan pembelajaran yang sudah dilaksanakan. Pendidik perlu merancang asesmen yang dilaksanakan pada awal pembelajaran, pada saat pembelajaran, dan pada akhir pembelajaran. Ada 5 prinsip dalam asesmen, berikut penjelasannya.

1. Terpadu

Asesmen merupakan bagian terpadu dari proses pembelajaran, fasilitasi pembelajaran, dan penyediaan informasi yang holistik, sebagai umpan balik untuk pendidik, peserta didik, dan orang tua/wali agar dapat memandu mereka dalam menentukan strategi pembelajaran selanjutnya.

2. Keleluasaan

Asesmen dirancang dan dilakukan sesuai dengan fungsi asesmen tersebut, dengan keleluasaan untuk menentukan teknik dan waktu pelaksanaan asesmen agar efektif mencapai tujuan pembelajaran.

3. Adil, Proporsional, Valid, dan Reliabel

Asesmen dirancang secara adil, proporsional, valid, dan dapat dipercaya (reliable) untuk menjelaskan kemajuan belajar, menentukan keputusan tentang langkah dan sebagai dasar untuk menyusun program pembelajaran yang sesuai selanjutnya.

4. Sederhana dan Informatif

Laporan kemajuan belajar dan pencapaian peserta didik bersifat sederhana dan informatif, memberikan informasi yang bermanfaat tentang karakter dan kompetensi yang dicapai, serta strategi tindak lanjut.

5. Bahan Refleksi

Hasil asesmen digunakan oleh peserta didik, pendidik, tenaga kependidikan, dan orang tua/wali sebagai bahan refleksi untuk meningkatkan mutu pembelajaran.

Bapak Ipung menjelaskan bahwa terdapat 2 (dua) jenis asesmen, yakni asesmen formatif dan asesmen sumatif yang memiliki fungsi berbeda. Pemerintah menetapkan prinsip pembelajaran dan asesmen untuk memastikan proses pembelajaran dan asesmen berjalan dengan baik karena pemerintah tidak mengatur pembelajaran dan asesmen secara detail dan teknis.

Ada perbedaan antara asesmen formatif dan asesmen sumatif. Asesmen formatif bertujuan untuk memberikan informasi atau umpan balik bagi pendidik dan peserta didik untuk memperbaiki proses belajar sedangkan asesmen sumatif bertujuan untuk memastikan ketercapaian keseluruhan tujuan pembelajaran sebagai dasar penentuan kenaikan kelas atau kelulusan dari satuan pendidikan.

 

Demikian uraian kegiatan Komunitas Praktisi dengan jenis kegiatan Berbagi Praktik Baik Guru Penggerak di awal Tahun Pelajaran 2023/2024. Semoga bermanfaat.

Cisurupan, Juli 2023

Tim Website Sekolah

 

Komentar

Sangat baik dan memberikan pemahaman tentang pembelajaran yang baik

Komentari Tulisan Ini
Tulisan Lainnya
Sixteen Challange Batch Two (Eduforia) di SMAN 16 Garut

Oleh Isoh Solihah, M.Pd SMAN 16 Garut sebagai salah satu Sekolah Penggerak di kabupaten Garut pada Tahun Ajaran 2023-2024, selalu berusaha untuk terus meningkatkan kualitas pendidikan

01/12/2023 10:02 - Oleh Isoh Solihah, M.Pd. - Dilihat 1638 kali
Graduation dan Pembagian Ijazah SMAN 16 Garut Angkatan ke 27 Bertema “Siap Jadi Cahaya dengan Semangat Berkibar Jaya”

Oleh : Isoh Solihah, M.Pd Sudah menjadi kata pepatah bahwa di mana ada pertemuan, pasti ada perpisahan. Hal itu bagaikan dua sisi mata uang yang tak terpisahkan. Seperti halnya di SMAN

26/06/2023 15:00 - Oleh Isoh Solihah, M.Pd. - Dilihat 643 kali
Komunitas Belajar; Membangun Kreativitas dan Kompetensi Guru

Sebagaimana telah disampaikan pada pertemuan pertama berkaitan dengan rencana pembentukan komunitas belajar di SMAN 16 Garut yang telah dilaksanakan pada 15 Maret 2023, maka berdasarkan

28/04/2023 10:39 - Oleh Isoh Solihah, M.Pd. - Dilihat 13372 kali
Peringatan Isro Mi’raj Nabi Muhammad SAW dan Doa Istighosah bagi Siswa Kelas XII

Oleh Isoh Solihah, M.Pd Sebagaimana yang kita ketahui bahwa peristiwa Isro Mi’raj Nabi Muhammad SAW terjadi pada tanggal 27 Rajab. Pada  bulan tersebut sebagian umat Islam s

10/03/2023 20:48 - Oleh Isoh Solihah, M.Pd. - Dilihat 1067 kali
Tahun Baru, Semangat Baru, Inovasi Baru

  Oleh  Sipa Setiapani, S.S Libur semester gasal telah usai. Pada hari Senin, 9 Januari 2023 merupakan hari pertama siswa dan siswi SMA Negeri 16 Garut masuk sekolah sekaligu

12/01/2023 19:12 - Oleh Sipa Setiapani, S.S. - Dilihat 692 kali
Resume Materi Bimtek Guru Belajar dan Berbagi Seri Pemimpin Merdeka Belajar

Oleh Isoh Solihah, M.Pd                                         Seri Pemimpin M

01/01/2023 20:57 - Oleh Isoh Solihah, M.Pd. - Dilihat 3942 kali
Dahsyatnya Rukun Iman dan Rukun Islam dalam Membentuk Karakter Seseorang

Deskripsi Permasalahan yang Terjadi Pembentukan karakter saat ini sedang ramai-ramainya digaungkan oleh pemerintah.  Perkembangan teknologi yang berkembang begitu pesatnya, sangat

05/12/2022 11:00 - Oleh Ipung Saepulrohman, S.Pd. - Dilihat 3167 kali
Resume Materi Bimtek Guru Belajar dan Berbagi Seri Remaja Sehat Jiwa Raga

Oleh Isoh Solihah, M.Pd Saat ini Kementerian Pendidikan, Kebudayan, Riset, dan Teknologi tengah membuka kembali beberapa bimtek untuk meningkatkan kualitas para guru dalam pembelajaran

03/12/2022 21:40 - Oleh Isoh Solihah, M.Pd. - Dilihat 2674 kali
PGRI Ranting SMAN 16 Garut Raih Juara II Utama dalam Lomba Paduan Suara Antarranting Sekecamatan Cisurupan

oleh Isoh Solihah, M.Pd Bulan November adalah bulan yang bersejarah, khususnya bagi para guru. Pada bulan tersebut terjadi peristiwa penting yakni dideklarasikannya kongres guru, tepat

17/11/2022 21:57 - Oleh Isoh Solihah, M.Pd. - Dilihat 566 kali
SEBUAH REFLEKSI PEMIKIRAN KI HAJAR DEWANTARA TENTANG PENDIDIKAN

Oleh : Yustina Jaziroh, S.Pd *) Ki Hajar Dewantara (KHD) menggambarkan secara detail dan utuh pemikiran KHD tentang pendidikan. Filosofi KHD yang pertama mengartikan pendidikan se

15/11/2022 16:55 - Oleh Ipung Saepulrohman, S.Pd. - Dilihat 123163 kali