Duta Literasi? Membangun Generasi Berwawasan Luas dan Berkebinekaan Global
Literasi adalah suatu kemampuan seseorang untuk menggunakan potensi dan keterampilan dalam mengolah dan memahami informasi saat melakukan aktivitas membaca, menulis, berbicara, menghitung, dan memecahkan masalah pada tingkat keahlian tertentu yang dibutuhkan dalam kehidupan sehari-hari. Saat ini, literasi pun menjadi program Dinas Pendidikan yang terus digalakan untuk meningkatkan kualitas pembelajaran dan pemahaman siswa. SMA Negeri 16 merupakan salah satu sekolah penggerak yang ada di kabupaten Garut, dituntut untuk dapat meningkatkan kualitas pendidikan siswanya melalui program pembelajaran yang dilaksanakan. Salah satu indikator peningkatan kualitas pembelajaran adalah kemampuan literasi siswanya dalam berbagai bidang.
Untuk menjawab tantangan tersebut, maka perpustakaan SMA Negeri 16 Garut mengadakan suatu acara kompetisi untuk meningkatkan kualitas literasi siswa, yakni duta literasi. Diketuai oleh Ibu Irma Yusmita, M.Pd sebagai kepala perpustakaan serta dibantu oleh Ibu Yuli Yully Ganjar, S.E. dan Ibu Risma Rahmawati Hermawan, S.I.Pust. Acara tersebut merupakan gebrakan baru dari perpustakaan sekolah untuk mencari bakat dan potensi dari para siswa dalam berliterasi.
Menurut Ibu Irma Yusmita, M.Pd, acara ini diadakan karena melihat hasil survei bahwa literasi dan numerasi di sekolah sangat rendah. Dari situ beliau berpikir cara apa yang dapat dilakukan untuk meningkatkan kemampuan literasi dan numerasi di sekolah. Dan duta literasi lah jawabannya. Ia berpikir jika hanya guru yang mendorong siswa agar mampu berliterasi tidak akan 'kena' sehingga ia mengadakan duta literasi agar bukan hanya guru yang menggaungkan literasi dan numerasi, tetapi para siswa pun ikut dilibatkan.
Dalam melaksanakan sebuah program yang baru pertama kali dilaksanakan, tentu tidak lepas dari adanya hambatan. Ibu Irma Yusmita, M.Pd. mengatakan ini merupakan pengalaman pertama, bagaimana caranya dapat menghasilkan duta literasi yang berkualitas dengan pengalaman dan pemahaman yang terbatas. Namun, karena acara ini disambut baik oleh warga sekolah, terutama kepala sekolah, Bapak Sopyan Nurjaman, M.Pd, acara ini pun dapat berjalan dengan lancar.
Meskipun merupakan program yang baru, tetapi para siswa sangat antusias mengikuti lomba tersebut. Hal tersebut terbukti dari banyaknya para siswa yang mendaftarkan dirinya untuk mengikuti lomba tersebut. Seluruh perwakilan kelas mengikuti lomba tersebut, dari mulai kelas X sampai dengan kelas XII.
Tentu bukan hal yang mudah untuk menjadi duta lierasi. Oleh karenanya, ada 3 babak yang harus diikuti dan dilalui oleh seluruh peserta lomba. Dimulai dari babak pertama yakni pembuatan esai dengan tema “Diri Sendiri, Literasi, Mental Health, dan Bullying”. Babak kedua adalah presentasi dari esai yang telah dibuat dengan bantuan media powerpoint. Yang terakhir adalah babak ketiga yakni unjuk kabisa dan wawancara.
Dalam pembuatan esai, para peserta diminta untuk bisa menggabungkan empat tema yang ditentukan menjadi satu tulisan. Kemampuan bepikir kritis dan kreativitas para siswa dituntut dalam pembuatan esai tersebut. Keberagaman daya pikir siswa memunculkan beragam tulisan yang bervariatif, ada yang menggabungkan keempat tema tersebut menjadi tulisan yang berisi sebab akibat, ada juga yang tulisannya berisi motivasi. Tidak hanya itu, ada juga tulisan yang berisi saran-saran agar menumbuhkan budaya literasi, tidak terjadi pembulian, dan menjadikan mental yang sehat.
Judul-judul yang dipilih oleh para peserta pun sangat kreatif. Ada yang membuat judul “Bullying Adalah Rusaknya Mental Health, Literasi Adalah Obatnya”. Ada juga yang membuat judul “Literasi Psikiater Diri”, “Literasi Adalah Jembatan dari Kesengsaraan Menuju Harapan”, “Krisis Literasi dan Bullying di Indonesia”, dll.
Untuk menjadi duta literasi tentu harus banyak kecakapan yang dikuasai, tidak hanya dalam hal menulis, kemampuan berbicara pun harus dikuasai. Para peserta dituntut untuk dapat menyampaikan isi kepalanya lewat tulisan dan lisannya. Untuk itu, para panitia penyelenggara kegiatan menuntut para peserta untuk dapat mempresentasikan hasil tulisannya (esai). Yang dinilai dari presentasi tersebut adalah keterampilan dalam menyampaikan materi (menarik atau tidak dan dipahami atau tidak), bahasa yang digunakan, dan pemahaman terhadap konsep.
Para peserta juga diminta untuk unjuk kabisa, menampilkan bakatnya sekreatif mungkin. Ada yang menampilkan solo vokal, pembacaan puisi, silat, musikalisasi puisi, murottal alquran, panahan, sholawatan, passion show, dan tari. Selain unjuk kabisa, para peserta pun diwawancarai mengenai program-program yang akan dilaksanakan serta visi dan misi apa yang disiapkan apabila terpilih menjadi duta literasi.
Program pertama yang akan dilaksanakan setelah terpilihnya duta literasi adalah mengadakan survei kepada seluruh siswa mengenai kenapa minat baca para siswa rendah. Nantinya setelah hasil survei, akan dicari solusi untuk mengatasi hal tersebut dan akan dibuat program-program yang dapat menyelesaikan masalah tersebut. Harapannya, setelah terpilihnya duta literasi di SMA Negeri 16 Garut, kemampuan siswa dalam literasi dan numerasi dapat meningkat.***
Sipa Setiapani, S.S. (Staf Pendidik SMA Negeri 16 Garut)
Komentari Tulisan Ini
Tulisan Lainnya
Pelestarian Lingkungan, Tebar Sembako, Wakaf Al-Qur’an dan Buka Bersama di SMAN 16 Garut
Bulan Romadhon adalah bulan yang penuh berkah, Bulan yang Alloh janjikan dengan berkali lipat pahala dari berbagai amalan yang kita kerjakan. Dalam sebuah hadits dijelaskan bahwa bulan
Pelestarian Lingkungan, Tebar Sembako, Wakaf Al-Qur’an dan Buka Bersama di SMAN 16 Garut
Bulan Romadhon adalah bulan yang penuh berkah, Bulan yang Alloh janjikan dengan berkali lipat pahala dari berbagai amalan yang kita kerjakan. Dalam sebuah hadits dijelaskan bahwa bulan
Pelestarian Lingkungan, Tebar Sembako, Wakaf Al-Qur’an dan Buka Bersama di SMAN 16 Garut
Bulan Romadhon adalah bulan yang penuh berkah, Bulan yang Alloh janjikan dengan berkali lipat pahala dari berbagai amalan yang kita kerjakan. Dalam sebuah hadits dijelaskan bahwa bulan
GAPURA PANCAWALUYA YANG DIDASARI KEIMANAN
Oleh Elis Nurhayati S.Pd. M.Pd Jawa Barat adalah salahsatu provinsi yang sedang konsen dalam mewujudkan Pendidikan Karakter Gapura Pancawaluya di satuan pendidikan. Hal ini dilatarbe
Kuramasan dan Doa Bersama Menjelang Bulan Suci Ramadhan 1447 H dan PSAJ Kelas XII di SMAN 16 Garut
Oleh Isoh Solihah, M.Pd Tak Terasa satu tahun sudah berlalu, begitu betahnya kita menikmati hidup di dunia ini. Tinggal menghitung hari, Bulan Ramadhan penuh berkah kan hadir di sini.
Festival Cerita Rakyat, Refleksi Kecintaan Siswa pada Budaya
Oleh Isoh Solihah, S.Pd. M.Pd Indonesia Kaya Akan Budaya, Yang Muda Yang Berkarya, Budaya Sunda Penuh Warna. Demikianlah kata-kata indah yang bisa diungkapkan untuk merefleksikan kecin
FLS3N, Ajang Talenta Seni untuk Mengukir Prestasi
Oleh Isoh Solihah, M.Pd Festival Lomba Seni dan Sastra Siswa Nasional atau yang disingkat FLS3N merupakan ajang lomba yang diadakan setiap tahun untuk
Sixteen Challange Batch Two (Eduforia) di SMAN 16 Garut
Oleh Isoh Solihah, M.Pd SMAN 16 Garut sebagai salah satu Sekolah Penggerak di kabupaten Garut pada Tahun Ajaran 2023-2024, selalu berusaha untuk terus meningkatkan kualitas pendidikan
Program Duta Literasi Kameumeut, Lomba Menulis CHPB 16 Garut Sesi Pertama dengan Tema Bebas
Oleh Fanisa Erliani Editor Isoh Solihah, M.Pd Program Literasi merupakan salah satu program yang terus digalakan oleh Perpustakaan SMAN 16 Garut. Melalui program ini diharapkan
Panen Karya, Pementasan Drama Bertopik “Cegah Perundungan” sebagai Puncak Kegiatan P5 di SMAN 16 Garut Semester 1 Tahun Ajaran 2023-2024
Oleh Isoh Solihah M.Pd Editor Elis Nurhayati S.Pd. M.Pd Tahun Ajaran 2023-2024 merupakan tahun kedua SMAN 16 Garut menerapkan Kurikulum Merdeka untuk kelas XI dan tahun pe